Nanga Pinoh adalah ibu kota Kabupaten Melawi di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini terletak di pertemuan Sungai Melawi dan Sungai Pinoh, yang memberikan kontribusi pada perkembangan awalnya sebagai pusat perdagangan dan administrasiSejarah Awal dan Perkembangan: Pada abad ke-18, wilayah Nanga Pinoh berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kesultanan Sintang. Pada tahun 1862, kota ini dipindahkan dari Tekelak ke lokasi saat ini karena pantainya yang curam dan kesulitan dalam bongkar muat barang. Perpindahan ini memungkinkan akses yang lebih baik dan pengembangan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan kota.
Masa Penjajahan Belanda: Pada Oktober 1945, Belanda kembali menguasai Nanga Pinoh. Satu peleton Polisi Perintis NICA di bawah pimpinan Hoofd Agend Sandakila datang untuk mengambil alih keamanan dan mengajak aparat Kaigun Heiho bergabung. Kekuasaan NICA semakin kuat dengan kedatangan polisi dan tentara KNIL yang bersenjata lengkap. ​Perjuangan Kemerdekaan: Tidak lama setelah pendudukan Belanda, muncul perlawanan dari Organisasi Pemberontak Merah Putih (OPMP) yang dipimpin oleh Ade Mohammad Djohan. OPMP berhasil menguasai Nanga Pinoh selama enam hari, menunjukkan semangat perjuangan rakyat setempat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.